- Puskesmas Grabag Gelar Pertemuan Mitigasi Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Pascagempa
- GEBYAR AKHIR TAHUN DAN PUSKESMAS GRABAG AWARD TAHUN 2025
- Puskesmas Grabag Raih Juara 2 Kompetisi Inovasi Perangkat Daerah Kategori Layanan Kesehatan Tahun 2025
- Workshop Penerapan Budaya K3 di Puskesmas Grabag untuk Tingkatkan Produktivitas dan Keselamatan Pelayanan
- GLOW UP TO SERVE BETTER Penampilan Prima untuk Pelayanan Prima
- PENDAMPINGAN DOKTER SPESIALIS OBGYN PADA KEGIATAN KELAS IBU HAMIL KERIS GADING
- Survey Kepuasan Masyarakat Triwulan III Tahun 2025
- Lokakarya Mini Lintas Sektoral TW III Puskesmas Grabag
- Puskesmas Grabag Terima Penghargaan sebagai Salah Satu Unit Pengumpul Zakat Terbaik di Kabupaten Purworejo
- PERAYAAN HUT RI KE 80 PUSKESMAS GRABAG
Puskesmas Grabag Gelar Pertemuan Mitigasi Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Pascagempa

Grabag – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Puskesmas Grabag menyelenggarakan Pertemuan Mitigasi Bencana pada Rabu (11/02/2026) pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati Puskesmas Grabag.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Grabag, dr. Dewi Susilowardani.M.Sc serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dalam sambutannya, dr. Dewi Susilowardani, M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan secara matang bersama Tim Mutu Puskesmas sebagai langkah antisipasi pasca terjadinya gempa bumi beberapa hari sebelumnya.
Beliau berharap tidak terjadi bencana susulan, namun menegaskan bahwa sebagai instansi pemerintah, Puskesmas harus tetap melakukan mitigasi guna memastikan kesiapan tenaga kesehatan, sarana prasarana, ketersediaan obat-obatan, serta alat evakuasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kami berharap materi hari ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing tim dalam bentuk rencana aksi mitigasi bencana,” ungkapnya.
Materi disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Daerah yang menjelaskan bahwa Kabupaten Purworejo merupakan wilayah dengan beragam potensi bencana, antara lain:
-
Banjir dan banjir bandang
-
Cuaca ekstrem
-
Tsunami
-
Gempa bumi
-
Tanah longsor
-
Kekeringan
-
Kebakaran hutan dan lahan
-
Gagal teknologi
-
Epidemi dan wabah penyakit
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2021 yang disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kabupaten Purworejo memiliki indeks risiko multi ancaman kategori sedang dengan skor 68,0. Namun, untuk bencana banjir, indeks risikonya termasuk kategori tinggi.
Penanganan Krisis Kesehatan
Dalam paparan materi dijelaskan bahwa bencana terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:
-
Bencana Alam (gempa bumi, banjir, tsunami, tanah longsor, dan lainnya)
-
Bencana Non-Alam (gagal teknologi, epidemi, wabah penyakit)
-
Bencana Sosial (konflik sosial dan teror)
Krisis kesehatan didefinisikan sebagai kondisi yang menimbulkan korban jiwa, luka atau sakit, pengungsian, hingga terganggunya pelayanan kesehatan sehingga membutuhkan respons cepat di luar kapasitas normal.
Penanggulangan krisis kesehatan dilakukan melalui tiga tahapan:
-
Pra krisis
-
Tanggap darurat krisis
-
Pasca krisis
Dalam situasi krisis, pelayanan kesehatan esensial harus tetap berjalan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi:
-
Pelayanan kesehatan primer dan lanjutan
-
Surveilans dan pengendalian penyakit
-
Kesehatan lingkungan
-
Kesehatan reproduksi
-
Pelayanan gizi
-
Pelayanan kesehatan jiwa
-
Identifikasi dan pemulasaran jenazah
Selain itu, disampaikan pula penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) saat musim penghujan atau banjir, di antaranya:
-
Diare
-
Demam Berdarah Dengue (DBD)
-
Leptospirosis
-
ISPA
-
Penyakit kulit
-
Demam tifoid
-
Perburukan penyakit kronis
Perwakilan BPBD menyampaikan pentingnya koordinasi lintas sektor, aktivasi klaster kesehatan, mobilisasi sumber daya, serta pelaksanaan Rapid Health Assessment (RHA) apabila terjadi situasi krisis kesehatan. Penetapan status darurat krisis kesehatan dapat dilakukan sesuai kewenangan tingkat nasional maupun daerah berdasarkan indikator peningkatan korban, gangguan layanan kesehatan, serta keterbatasan kapasitas kesehatan setempat.
Melalui pertemuan ini, seluruh jajaran Puskesmas Grabag berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi internal, serta menyusun rencana tindak lanjut mitigasi bencana sesuai peran masing-masing tim.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang tangguh terhadap bencana, sehingga mampu melindungi dan melayani masyarakat Kecamatan Grabag secara optimal, baik dalam situasi darurat maupun kondisi normal. Anc
-
1.jpg)






